Minimal Gaji untuk Bisa Ambil KPR Rumah? Ini Simulasi dan Syaratnya

Minimal Gaji untuk Bisa Ambil KPR Rumah? Ini Simulasi dan Syaratnya

Pada kesempatan kali ini, aset hunian akan memberikan informasi berapa kira – kira Minimal Gaji untuk Bisa Ambil KPR Rumah ?. Nah pastinya anda penasaran ya khususnya untuk yang sudah berkeluarga namun belum memiliki tempat tinggal  atau rumah ?.

Memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak orang. Namun, kenaikan harga properti membuat sebagian masyarakat merasa bahwa membeli rumah hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki penghasilan besar.

Padahal, dengan perencanaan keuangan yang tepat, masyarakat berpenghasilan menengah bahkan pekerja dengan gaji mendekati upah minimum tetap memiliki peluang untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum membeli rumah adalah, berapa minimal gaji untuk bisa ambil KPR? Apakah seseorang dengan gaji Rp3 juta, Rp4 juta, atau Rp5 juta per bulan sudah bisa mengajukan kredit rumah ke bank?

Jawabannya bergantung pada sejumlah faktor, mulai dari harga rumah, besarnya uang muka atau DP, tenor pinjaman, suku bunga, penghasilan pasangan, hingga cicilan lain yang masih berjalan.

Bank tidak hanya melihat jumlah gaji yang tercantum dalam slip penghasilan. Bank juga mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan secara rutin dan kondisi keuangan calon debitur. Karena itu, seseorang dengan gaji Rp5 juta belum tentu mendapatkan persetujuan KPR jika memiliki banyak utang, sementara orang dengan penghasilan serupa tetapi memiliki keuangan yang lebih sehat mungkin memiliki peluang lebih baik.

Artikel ini akan membahas secara lengkap minimal gaji untuk bisa ambil KPR, simulasi cicilan berdasarkan penghasilan, perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi, serta langkah-langkah mempersiapkan pengajuan agar lebih matang.

1. Berapa Minimal Gaji untuk Bisa Ambil KPR?

Bukan menjadi satu hal atau patokan dalam hal nominal gaji dengan pengajuan KPR Bank, tidak ada satu angka gaji minimum yang berlaku untuk seluruh pengajuan KPR di Indonesia. Setiap bank mempunyai kebijakan penilaian kredit, ketentuan produk, dan perhitungan kemampuan membayar yang dapat berbeda.

Sebagai panduan awal, calon pembeli rumah bisa menggunakan rasio cicilan terhadap penghasilan sebagai alat untuk memperkirakan kemampuan finansial.

Salah satu pendekatan perencanaan yang umum digunakan adalah menjaga total cicilan utang bulanan sekitar 30% dari penghasilan bersih. Angka ini merupakan patokan perencanaan, bukan ketentuan universal yang menjamin persetujuan bank.

Berikut gambaran sederhananya yang bisa kalian jadikan acuan :

Penghasilan bersih per bulan

Anggaran cicilan 30%
Rp3.000.000 Rp900.000
Rp4.000.000 Rp1.200.000
Rp5.000.000 Rp1.500.000
Rp6.000.000 Rp1.800.000
Rp8.000.000 Rp2.400.000
Rp10.000.000

Rp3.000.000

Angka di atas merupakan ilustrasi anggaran cicilan dari penghasilan bersih sebelum memperhitungkan utang lain. Bukan batas persetujuan resmi dari bank.

Sebagai contoh, seseorang dengan penghasilan bersih Rp5 juta per bulan dapat menjadikan Rp1,5 juta sebagai batas awal perencanaan cicilan seluruh utang. Jika masih memiliki cicilan motor Rp500 ribu, ruang anggaran untuk cicilan KPR menjadi sekitar Rp1 juta per bulan.

Itulah sebabnya, mengetahui jumlah gaji saja belum cukup. Calon debitur perlu menghitung seluruh kewajiban keuangan agar tidak mengalami kesulitan setelah rumah dibeli.

2. Faktor yang Menentukan Minimal Gaji Pengajuan KPR

Sebelum menentukan rumah yang ingin dibeli, pahami beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan memperoleh pembiayaan.

Harga rumah

Harga rumah menentukan jumlah dana yang perlu dipinjam dari bank. Semakin mahal rumah yang dibeli, biasanya semakin besar cicilan bulanannya apabila uang muka dan tenor relatif sama.

Rumah seharga Rp200 juta tentu memiliki kebutuhan pembiayaan berbeda dibandingkan rumah seharga Rp500 juta.

Bagi pembeli pertama dengan penghasilan terbatas, mencari rumah sesuai kemampuan finansial jauh lebih penting daripada memaksakan diri membeli properti di luar anggaran.

Uang muka atau DP

Uang muka adalah dana awal yang dibayarkan pembeli sesuai skema transaksi. Jika uang muka lebih besar, jumlah pinjaman yang diperlukan biasanya menjadi lebih kecil.

Misalnya, harga rumah Rp200 juta dengan DP 10% membutuhkan uang muka Rp20 juta. Sisa harga rumah sebesar Rp180 juta menjadi dasar awal perhitungan pembiayaan, sebelum memperhitungkan biaya lain.

Perlu diingat bahwa besarnya DP yang diwajibkan berbeda menurut produk, bank, dan ketentuan yang berlaku. Jangan menganggap semua KPR selalu mensyaratkan DP sebesar 10%.

Tenor atau jangka waktu kredit

Tenor adalah lamanya waktu pembayaran pinjaman. KPR dapat memiliki jangka waktu belasan hingga puluhan tahun, bergantung pada produk dan persetujuan bank.

Tenor yang lebih panjang biasanya membuat cicilan bulanan lebih rendah untuk jumlah pinjaman yang sama. Namun, total bunga atau biaya pembiayaan selama masa kredit dapat menjadi lebih besar.

Karena itu, pilih tenor berdasarkan kemampuan membayar sekaligus mempertimbangkan usia, kestabilan pekerjaan, dan rencana keuangan jangka panjang.

Penghasilan pasangan

Bagi pasangan suami istri, penghasilan gabungan mungkin dapat dipertimbangkan melalui fasilitas penggabungan penghasilan atau joint income, sesuai kebijakan bank.

Sebagai ilustrasi, suami berpenghasilan Rp4 juta dan istri berpenghasilan Rp3 juta memiliki total penghasilan Rp7 juta per bulan.

Namun, bank tetap dapat menilai status pekerjaan, bukti penghasilan, kewajiban keuangan, dan dokumen masing-masing pemohon. Penggabungan penghasilan bukan jaminan pengajuan akan disetujui.

Riwayat kredit dan kewajiban lainnya

Riwayat pembayaran pinjaman juga menjadi pertimbangan penting. Keterlambatan pembayaran kredit atau kewajiban lain dapat memengaruhi penilaian bank.

Selain itu, bank dapat mempertimbangkan jumlah cicilan yang masih berjalan, masa kerja, kestabilan penghasilan, usia, serta kelengkapan dokumen.

OJK menekankan pentingnya kesesuaian antara produk kredit dan kemampuan membayar konsumen. Karena itu, pengajuan KPR sebaiknya didasarkan pada kondisi keuangan yang realistis, bukan semata-mata pada keinginan memiliki rumah.

3. Simulasi Minimal Gaji untuk KPR Berdasarkan Harga Rumah

Untuk memahami hubungan antara gaji dan cicilan, mari kita gunakan simulasi sederhana.

Asumsikan perhitungan menggunakan bunga efektif ilustratif 8% per tahun, tenor 20 tahun, dan cicilan tetap setiap bulan. Angka ini bukan penawaran suku bunga bank tertentu dan belum mencakup biaya tambahan.

Harga rumah DP 10% Pinjaman Perkiraan cicilan
Rp150 juta Rp15 juta Rp135 juta Rp1,13 juta
Rp200 juta Rp20 juta Rp180 juta Rp1,51 juta
Rp250 juta Rp25 juta Rp225 juta Rp1,88 juta
Rp300 juta Rp30 juta Rp270 juta Rp2,26 juta
Rp400 juta Rp40 juta Rp360 juta Rp3,01 juta

Simulasi menggunakan metode angsuran anuitas dengan asumsi bunga 8% per tahun selama 240 bulan. Angka dibulatkan dan dapat berbeda dari penawaran bank, terutama jika suku bunga berubah atau terdapat biaya tambahan.

READ  Ide Desain Interior Rumah Tipe 36 Lahan Sempit agar Terlihat Luas dan Modern

Dari simulasi tersebut, rumah seharga Rp200 juta dengan DP 10% menghasilkan cicilan sekitar Rp1,51 juta per bulan.

Jika cicilan tersebut direncanakan sebesar 30% dari penghasilan bersih, kebutuhan penghasilan yang dihitung secara sederhana adalah sekitar Rp5,03 juta per bulan.

Namun, angka itu belum memperhitungkan utang lain. Jika pemohon memiliki cicilan kendaraan atau pinjaman pribadi, penghasilan yang dibutuhkan dapat menjadi lebih tinggi.

Untuk rumah seharga Rp150 juta, perkiraan cicilan Rp1,13 juta memerlukan penghasilan sekitar Rp3,77 juta apabila menggunakan patokan 30%. Sementara itu, rumah seharga Rp300 juta dengan cicilan sekitar Rp2,26 juta memerlukan penghasilan sekitar Rp7,53 juta.

Simulasi ini membantu memperkirakan kemampuan membeli rumah, tetapi tidak dapat digunakan sebagai jaminan bahwa bank akan menyetujui pinjaman.

4. Apakah Gaji Rp3 Juta Bisa Mengambil KPR?

Bisa memiliki peluang, tetapi sangat bergantung pada jenis rumah, skema pembiayaan, harga properti, dan kondisi keuangan pemohon.

Dengan gaji Rp3 juta per bulan, anggaran cicilan sebesar 30% dari penghasilan bersih adalah sekitar Rp900 ribu. Jika ingin mengambil KPR nonsubsidi, mencari rumah dengan harga sangat terjangkau, menyiapkan DP lebih besar, atau menggabungkan penghasilan jika memenuhi ketentuan dapat menjadi beberapa pilihan.

Pilihan lain adalah mempelajari program KPR subsidi pemerintah.

KPR subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditujukan untuk membantu masyarakat yang memenuhi persyaratan agar dapat memiliki rumah. Program ini mempunyai ketentuan tersendiri terkait penghasilan, kepemilikan rumah, dan persyaratan calon penerima.

Meski demikian, gaji Rp3 juta tidak otomatis membuat seseorang memenuhi syarat atau pasti mendapatkan persetujuan KPR subsidi. Kemampuan membayar cicilan, lokasi rumah, ketersediaan unit, serta penilaian bank tetap perlu diperhatikan.

Calon pembeli sebaiknya mencari informasi resmi dari bank penyalur dan pengembang yang bekerja sama dengan program subsidi sebelum membayar biaya pemesanan.

5. Mengenal KPR Subsidi dan KPR Nonsubsidi

Memilih jenis KPR yang sesuai merupakan langkah penting bagi calon pembeli rumah pertama.

Sikumbang

KPR subsidi

KPR subsidi merupakan pembiayaan yang mendapatkan dukungan pemerintah dan ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria program. Skema ini dapat membantu meringankan beban pembiayaan rumah pertama.

Keunggulannya dapat mencakup ketentuan suku bunga dan uang muka yang lebih terjangkau dibandingkan sebagian produk komersial. Namun, calon pemohon wajib memenuhi persyaratan yang berlaku dan memilih rumah yang memenuhi ketentuan program.

Nuone at Arcova Tipe Standard – Grand Wisata | Lamudi.co.id

KPR nonsubsidi

KPR nonsubsidi adalah pembiayaan rumah komersial yang ditawarkan bank dengan persyaratan dan skema sesuai produk masing-masing.

Pilihan rumah biasanya lebih beragam dari sisi lokasi, luas bangunan, dan fasilitas. Akan tetapi, uang muka, suku bunga, serta cicilan perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemohon.

Untuk mengetahui persyaratan terbaru KPR subsidi, calon pembeli dapat mengunjungi halaman resmi BP Tapera mengenai program FLPP: Informasi KPR FLPP dari BP Tapera.

6. Syarat Umum Pengajuan KPR yang Perlu Dipersiapkan

Selain penghasilan, dokumen dan persyaratan administratif juga perlu diperhatikan. Persyaratan dapat berbeda menurut bank dan jenis KPR, tetapi beberapa hal berikut lazim diminta.

Identitas diri

Siapkan KTP, Kartu Keluarga, serta dokumen status perkawinan jika diperlukan. Pastikan data identitas sesuai dengan dokumen pendukung lainnya.

Bukti penghasilan

Karyawan umumnya diminta menyiapkan slip gaji, surat keterangan kerja, atau dokumen penghasilan lainnya sesuai ketentuan bank.

Bagi wiraswasta dan pekerja lepas, bukti penghasilan dapat berupa rekening koran, catatan transaksi usaha, laporan keuangan sederhana, atau dokumen lain yang diterima oleh bank.

Rekening bank

Mutasi rekening dapat membantu menunjukkan arus masuk dan keluar uang. Menjaga transaksi tetap rapi akan memudahkan calon pemohon menjelaskan kondisi keuangannya saat diperlukan.

Dokumen perpajakan dan administrasi lainnya

Bank mungkin meminta NPWP, formulir aplikasi, dokumen pasangan, atau dokumen tambahan sesuai profil pemohon.

Riwayat kredit

Sebelum mengajukan KPR, periksa riwayat kredit melalui layanan resmi iDeb SLIK OJK apabila diperlukan. Jika ada informasi yang keliru, ikuti prosedur koreksi melalui pihak terkait.

Tidak ada satu daftar dokumen yang pasti berlaku untuk seluruh bank. Karena itu, mintalah daftar persyaratan resmi dari bank tujuan sebelum memulai proses pengajuan.

7. Berapa Dana yang Harus Disiapkan Selain DP?

Salah satu kesalahan calon pembeli rumah adalah hanya menyiapkan uang muka. Padahal, transaksi pembelian rumah dapat melibatkan beberapa biaya lain.

Berikut komponen dana yang sebaiknya diperhitungkan.

  • Uang muka: bagian harga rumah yang dibayar menggunakan dana sendiri.

  • Biaya administrasi dan provisi: biaya yang mungkin dikenakan oleh bank sesuai produk.

  • Biaya penilaian properti: biaya appraisal apabila disyaratkan.

  • Biaya notaris dan pengurusan dokumen: besarnya bergantung pada transaksi dan layanan yang digunakan.

  • Pajak dan biaya transaksi: perhitungannya bergantung pada ketentuan yang berlaku dan kondisi pembelian.

  • Asuransi: biaya asuransi jiwa kredit atau asuransi properti apabila diwajibkan dalam skema pembiayaan.

  • Dana pindahan dan perbaikan: anggaran untuk kebutuhan setelah rumah diterima.

Sebagai contoh, apabila harga rumah Rp200 juta dan DP yang disepakati Rp20 juta, jangan langsung berasumsi bahwa total uang yang dibutuhkan hanya Rp20 juta.

Mintalah rincian tertulis tentang biaya transaksi dari bank dan pengembang. Tanyakan pula apakah terdapat promo pembebasan biaya tertentu, kapan promo berakhir, dan apa saja syaratnya.

Menyisihkan dana darurat juga penting agar seluruh tabungan tidak habis hanya untuk membeli rumah.

Tips Agar Pengajuan KPR Lebih Mudah Disetujui

8. Tips Agar Pengajuan KPR Lebih Mudah Disetujui

Tidak ada cara yang dapat menjamin persetujuan KPR. Namun, sejumlah persiapan berikut dapat membantu memperbaiki kesiapan finansial dan administratif.

1. Sesuaikan harga rumah dengan penghasilan

Jangan hanya memilih rumah berdasarkan tampilan atau lokasi. Hitung terlebih dahulu cicilan yang mampu dibayar setelah kebutuhan pokok dan kewajiban bulanan lainnya dipenuhi.

Jika cicilan membuat anggaran bulanan terlalu sempit, pertimbangkan rumah yang lebih terjangkau.

2. Kurangi utang konsumtif

Cicilan kendaraan, pinjaman pribadi, dan kewajiban lainnya dapat mengurangi kemampuan membayar KPR.

Jika memungkinkan, lunasi atau kurangi utang sebelum mengajukan pembiayaan. Tetap pertimbangkan dana darurat agar pelunasan utang tidak menghabiskan seluruh tabungan.

3. Siapkan DP dan biaya tambahan

Semakin matang dana awal yang disiapkan, semakin mudah Anda merencanakan kebutuhan transaksi. DP lebih besar juga dapat mengurangi jumlah pinjaman apabila ketentuan produk memungkinkan.

Namun, jangan memaksakan DP besar hingga tidak memiliki cadangan uang untuk keadaan darurat.

4. Jaga riwayat pembayaran

Bayar tagihan kredit sesuai jadwal dan hindari keterlambatan. Periksa pula apakah ada kewajiban yang belum tercatat dengan benar.

READ  Panduan lengkap KPR subsidi untuk pemula

Riwayat pembayaran yang baik bukan jaminan persetujuan, tetapi dapat mendukung penilaian kelayakan kredit.

5. Pastikan penghasilan dapat dibuktikan

Karyawan perlu menyimpan dokumen gaji dan pekerjaan dengan rapi. Sementara itu, pengusaha dapat menata catatan penjualan, pengeluaran, serta rekening usaha agar kondisi penghasilannya lebih mudah dijelaskan.

Jika penghasilan tidak tetap, siapkan dokumentasi yang menunjukkan pola pendapatan secara konsisten.

6. Bandingkan beberapa bank

Jangan terburu-buru memilih penawaran pertama. Bandingkan suku bunga awal, ketentuan setelah masa promosi, tenor, biaya, penalti pelunasan jika ada, dan syarat pengajuan.

Perhatikan pula apakah cicilan bersifat tetap selama tenor atau dapat berubah mengikuti ketentuan produk.

7. Jangan memalsukan dokumen

Hindari mengubah slip gaji, memanipulasi rekening, atau memberikan informasi keuangan yang tidak benar. Selain berisiko menggagalkan pengajuan, tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Lebih baik mengajukan pembiayaan sesuai kemampuan nyata daripada mendapatkan persetujuan dengan informasi yang menyesatkan.

9. Cara Menghitung Kemampuan KPR Sebelum Mengajukan ke Bank

Agar lebih mudah menentukan anggaran, gunakan langkah sederhana berikut.

Langkah pertama: hitung penghasilan bersih.

Jumlahkan penghasilan rutin yang benar-benar diterima setiap bulan. Jika penghasilan tidak tetap, gunakan perkiraan konservatif berdasarkan pendapatan yang realistis.

Langkah kedua: kurangi cicilan yang masih berjalan.

Catat cicilan kendaraan, kartu kredit, pinjaman pribadi, atau kewajiban lain yang harus dibayar secara rutin.

Langkah ketiga: perhitungkan biaya hidup.

Masukkan pengeluaran rumah tangga, transportasi, listrik, pendidikan, kebutuhan anak, dan biaya penting lainnya.

Langkah keempat: tentukan anggaran cicilan yang aman.

Sebagai titik awal, gunakan sekitar 30% dari penghasilan bersih untuk memperkirakan total anggaran cicilan. Sesuaikan angka ini dengan kebutuhan keluarga, kestabilan penghasilan, dan kebijakan bank.

Langkah kelima: cocokkan anggaran dengan harga rumah.

Gunakan simulasi cicilan dari bank untuk menentukan kisaran harga rumah yang sesuai.

Sebagai ilustrasi, penghasilan bersih Rp6 juta dengan cicilan kendaraan Rp500 ribu memiliki anggaran awal cicilan total Rp1,8 juta jika menggunakan patokan 30%. Dengan demikian, ruang cicilan KPR sekitar Rp1,3 juta per bulan.

Angka tersebut masih perlu disesuaikan dengan biaya hidup dan dana darurat. Jika kebutuhan rumah tangga cukup besar, batas cicilan yang aman mungkin lebih rendah.

Baca juga artikel terkait seputar : Perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah

10. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mengambil KPR

Keputusan membeli rumah memiliki dampak keuangan jangka panjang. Oleh sebab itu, hindari beberapa kesalahan berikut.

Mengambil cicilan terlalu besar. Penghasilan yang cukup untuk membayar angsuran belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.

Tidak menghitung biaya setelah akad. Rumah mungkin memerlukan biaya listrik, air, iuran lingkungan, perawatan, renovasi, dan perlengkapan rumah tangga.

Hanya melihat suku bunga promosi. Periksa ketentuan bunga setelah masa promosi berakhir dan pahami risiko kenaikan cicilan jika suku bunga mengambang berlaku.

Menghabiskan semua tabungan. Dana darurat tetap diperlukan ketika menghadapi kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis, atau pengeluaran tidak terduga.

Menganggap pengajuan pasti disetujui. Persetujuan akhir ditentukan oleh bank berdasarkan penilaian kredit dan ketentuan produk yang digunakan.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, calon pembeli dapat mengambil keputusan yang lebih terukur dan mengurangi risiko masalah keuangan setelah memiliki rumah.

11. Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Minimal Gaji KPR (FAQ)

Apakah gaji Rp3 juta bisa mengambil KPR?

Ada kemungkinan, terutama jika pemohon menemukan rumah dengan cicilan terjangkau dan memenuhi persyaratan program pembiayaan yang tersedia. Namun, persetujuan bergantung pada penilaian bank, kewajiban lain, serta ketentuan produk.

Apakah gaji Rp4 juta bisa membeli rumah dengan KPR?

Bisa memiliki peluang jika harga rumah, DP, tenor, dan cicilan sesuai kemampuan keuangan. Dengan patokan perencanaan cicilan 30%, penghasilan Rp4 juta setara anggaran cicilan total sekitar Rp1,2 juta per bulan sebelum memperhitungkan kewajiban lain.

Berapa gaji minimal untuk KPR rumah seharga Rp200 juta?

Dengan asumsi DP 10%, pinjaman Rp180 juta, bunga ilustratif 8% per tahun, dan tenor 20 tahun, perkiraan cicilan adalah Rp1,51 juta per bulan. Jika menggunakan patokan cicilan 30%, penghasilan bersih yang dibutuhkan sekitar Rp5,03 juta per bulan, dengan catatan belum ada cicilan lain.

Apakah karyawan kontrak bisa mengajukan KPR?

Karyawan kontrak dapat menanyakan peluang pengajuan kepada bank. Persyaratan masa kerja, sisa masa kontrak, kestabilan pendapatan, dan dokumen pendukung dapat berbeda antara bank dan produk KPR.

Apakah wiraswasta bisa mengambil KPR?

Bisa, apabila memenuhi persyaratan bank. Pengusaha biasanya perlu mempersiapkan bukti pendapatan dan aktivitas usaha, seperti rekening koran, catatan penjualan, atau dokumen keuangan yang diminta.

Apakah suami dan istri bisa menggabungkan gaji untuk KPR?

Sebagian bank menyediakan fasilitas joint income. Penghasilan gabungan dapat membantu memperlihatkan kemampuan membayar, tetapi bank tetap menilai kewajiban utang, dokumen, dan kelayakan kredit masing-masing pemohon.

Apakah DP 0% berarti tidak membutuhkan uang sama sekali?

Tidak selalu. Promo DP 0% atau skema khusus hanya berlaku jika memenuhi ketentuan tertentu. Biaya administrasi, pajak, notaris, asuransi, atau biaya lainnya mungkin tetap perlu dibayar. Periksa rincian biaya secara tertulis sebelum menyetujui transaksi.

Berapa lama proses persetujuan KPR?

Waktunya berbeda-beda tergantung bank, kelengkapan dokumen, verifikasi penghasilan, penilaian properti, dan proses administrasi. Mintalah perkiraan waktu dari bank serta pastikan seluruh dokumen yang diperlukan sudah lengkap.

Kesimpulan

Minimal gaji untuk bisa ambil KPR tidak ditentukan oleh satu angka yang berlaku untuk semua orang. Penghasilan Rp3 juta, Rp4 juta, Rp5 juta, atau lebih dapat memberikan peluang berbeda, bergantung pada harga rumah, uang muka, tenor, riwayat kredit, dan kemampuan membayar cicilan.

Sebagai panduan awal, calon pembeli dapat menggunakan sekitar 30% dari penghasilan bersih untuk merencanakan anggaran seluruh cicilan. Setelah itu, kurangi ruang anggaran dengan cicilan yang sudah berjalan dan perhitungkan kebutuhan hidup serta dana darurat.

Bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas, rumah subsidi dapat menjadi alternatif apabila memenuhi ketentuan program. Sementara itu, pembeli yang memilih rumah nonsubsidi sebaiknya membandingkan penawaran bank dan memastikan cicilan tetap terjangkau.

Kunci membeli rumah bukan sekadar memiliki gaji besar, melainkan memilih rumah yang sesuai kemampuan, menyiapkan dana awal, dan menjaga keuangan tetap sehat selama masa kredit. Dengan perencanaan yang matang, impian memiliki rumah sendiri dapat diperjuangkan secara lebih realistis.